Z
Zonalogo
Beranda Kementerian Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) logo

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)

Kementerian

5.0(368)
ekraf.go.id

Informasi Brand

Negara Indonesia
Dilihat 13
Diunduh 0
Aset 6
Diperbarui 22 Februari 2026

6+ Logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) PNG & SVG Vector Kualitas HD

download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dark svg
svgdark
logo
download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) hitam png
pngblack
logo
download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dark png
pngdark
logo
download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dark svg
svgdark
logo
download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dark svg
svgdark
logo
download logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) putih png
pngwhite
logo

Selamat datang di Zona Logo. Di sini Anda bisa Download Logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) PNG serta format SVG untuk kebutuhan desain dan dokumen resmi. Tersedia juga logo PNG dengan Latar Belakang Transparan (Transparent Background) dalam resolusi tinggi (HD), dan Anda dapat mengunduhnya gratis.

Download Logo Kementerian Ekonomi Kreatif PNG

Silakan pilih file di atas sesuai kebutuhan Anda, lalu klik tombol download untuk mendapatkan file yang diinginkan:

File Name Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)
File Type PNG, SVG
File Size 18 KB - 240 KB

Jika Anda mengalami kendala saat mengunduh logo Ekraf atau tautan yang tersedia tidak bisa diakses, silakan laporkan melalui halaman Hubungi Kami.

Tentang Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)

Kementerian Ekonomi Kreatif (sering disingkat Ekraf) adalah institusi sektor publik yang mengelola portofolio ekonomi kreatif pemerintah di Indonesia. Secara sederhana, Ekraf bertanggung jawab atas kebijakan, koordinasi, fasilitasi, serta pembangunan ekosistem industri kreatif—mencakup ide, kekayaan intelektual, produksi budaya, hingga kreativitas berbasis teknologi—agar kreativitas dapat menjadi kontribusi yang terukur bagi pembangunan nasional.

Secara historis, mandat ekonomi kreatif Indonesia pernah dijalankan melalui struktur lembaga khusus yang dikenal sebagai Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang digambarkan sebagai badan pemerintah non-kementerian dengan tugas menjalankan fungsi pemerintahan di bidang ekonomi kreatif. Seiring perubahan tata kelola, fungsi Ekraf kemudian diposisikan pada skala kementerian, mencerminkan pentingnya sektor-sektor strategis seperti film, musik, desain, fesyen, kuliner, gim, dan konten digital. Terlepas dari bentuk administratifnya, misi utamanya tetap sama: membantu kreator, pelaku usaha, dan komunitas mengakses pasar, pembiayaan, keterampilan, serta regulasi yang mendukung.

Dari perspektif strategi brand, identitas Ekraf diharapkan mampu menyeimbangkan kewibawaan dan keterbukaan. Ia harus terasa kredibel sebagai institusi nasional, namun tetap ramah bagi wirausahawan, seniman, studio, dan UMKM. Peran ganda ini—sebagai regulator sekaligus enabler—mempengaruhi bagaimana emblem resmi, tipografi, dan elemen grafis pendukungnya membangun pesan kepercayaan, kejelasan, dan relevansi budaya.

Makna dan Sejarah Logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)

Sebagai lembaga pemerintah, identitas visual Ekraf umumnya selaras dengan kaidah identitas negara Indonesia: keterbacaan tinggi, komposisi formal, serta simbol yang merepresentasikan pelayanan publik. Dalam banyak konteks resmi, simbol brand dapat tampil berdampingan (atau terkait) dengan lambang negara dan wordmark kementerian yang distandardisasi, untuk memastikan pengenalan yang konsisten di berbagai komunikasi pemerintahan.

Dalam kajian sejarah desain, tanda visual pemerintahan di Indonesia sering menggunakan sistem emblem dan logotype yang terstruktur. Emblem menyampaikan legitimasi institusional—sering melalui geometri mirip perisai, motif emblematis, atau ikon utama—sementara wordmark memastikan penamaan yang presisi dalam konteks administrasi dan berbagai kebutuhan bahasa. Untuk Ekraf, tantangan semiotik utamanya adalah merepresentasikan “kreativitas” (dinamis, beragam, berorientasi masa depan) dalam kerangka yang tetap disiplin dan resmi.

Secara konseptual, identitas visualnya cenderung mengomunikasikan beberapa tema yang berulang:

  • Energi kreatif: Ditunjukkan melalui bentuk yang memancar, shape modular, atau elemen berlapis yang menggambarkan ide menjadi hasil.
  • Pengampu nasional: Disampaikan lewat simetri formal, proporsi institusional, dan tone yang konsisten dengan kementerian serta lembaga negara lainnya.
  • Pemikiran ekosistem: Sering diisyaratkan oleh komponen yang saling terhubung—metafora yang tepat untuk bagaimana kebijakan, talenta, modal, dan pasar saling menguatkan.

Saat pengguna mencari logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), biasanya yang dibutuhkan bukan hanya simbolnya, tetapi juga versi yang akurat untuk presentasi resmi, materi kemitraan, backdrop acara, hingga press kit. Dalam konteks ini, detail seperti clear space, penggunaan warna yang benar, dan menghindari distorsi sama pentingnya dengan makna simbolnya.

Evolusi Logo

Lembaga publik umumnya mengembangkan identitas secara lebih hati-hati dibanding brand konsumen. Alih-alih sering melakukan redesign besar, pembaruan biasanya terjadi bertahap—sering dipicu oleh perubahan struktur administrasi, penamaan institusi, atau penerapan sistem identitas pemerintah yang terpadu.

Identitas Ekraf juga dipengaruhi perjalanan tata kelolanya: dari kerangka berbasis badan (yang banyak dikenal dengan nama Bekraf) menuju kehadiran yang lebih berorientasi kementerian. Secara visual, transisi seperti ini biasanya memengaruhi:

  • Konvensi penamaan: Perubahan pada wording utama, singkatan, serta bagaimana “Ekraf” diposisikan terhadap nama resmi dalam bahasa Indonesia.
  • Lockups dan hierarki: Susunan emblem vs teks, serta bagaimana identitas tampil bersama tanda negara lain dalam situasi co-branding.
  • Kesiapan digital: Penyempurnaan agar tetap jelas di layar kecil, geometri yang lebih ringkas, serta reproduksi yang lebih baik di web, cetak, dan broadcast.

Sejarawan desain kerap memandang perubahan ini sebagai bagian dari tren global: identitas pemerintah mengadopsi tipografi yang lebih jelas dan aset Vector yang skalabel agar tampil konsisten di website, aplikasi, dan media sosial, tanpa kehilangan wibawa institusional.

Palet Warna Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)

Tidak ada kode hex resmi yang dicantumkan pada konteks sumber, dan tampilan logo pemerintahan dapat bervariasi tergantung apakah direproduksi full color, satu warna, atau monochrome yang aman untuk dokumen. Dalam praktiknya, banyak identitas sektor publik Indonesia mengandalkan palet yang disiplin dan kontras tinggi agar mudah direproduksi pada seragam, signage, kop surat, serta antarmuka digital.

Untuk membantu desainer bekerja konsisten saat palet resmi belum tersedia, berikut adalah palet kerja netral dan layak untuk konteks pemerintahan yang bisa dipakai sebagai referensi sementara untuk mockup internal (bukan pengganti brand manual resmi):

Role Suggested Color Hex Use Case
Primary Dark Deep Charcoal #1F2937 Wordmarks, headings, high-legibility text
Primary Light White #FFFFFF Backgrounds, negative space, clarity
Support Accent Government Blue #1D4ED8 Links, UI highlights, digital emphasis
Warm Accent Creative Amber #F59E0B Callouts, program banners, secondary emphasis

Untuk kebutuhan resmi, selalu rujuk pedoman identitas yang dipublikasikan institusi terkait, dan gunakan master artwork yang disediakan bila memungkinkan—terutama untuk emblem resmi dan setiap lockup yang berkaitan dengan identitas negara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1) Apakah saya boleh menggunakan logo Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk keperluan komersial?

Untuk penggunaan komersial, sebaiknya Anda meminta izin tertulis melalui kanal resmi yang berwenang. Insignia pemerintah dan elemen identitas visual terkait dapat memiliki pembatasan, terutama untuk endorsement, merchandising, atau iklan.

2) Format file apa saja yang tersedia?

Umumnya, Anda akan menemukan PNG untuk penggunaan cepat dan SVG (format Vector) untuk kebutuhan profesional yang skalabel seperti cetak, signage, serta desain antarmuka.

3) Apakah ada versi yang cocok untuk presentasi dan website?

Ya. File PNG paling sering digunakan untuk slide dan halaman web, terutama saat Anda membutuhkan transparent background. Untuk desain web yang responsif dan hasil yang tetap tajam pada ukuran apa pun, SVG biasanya lebih direkomendasikan.

4) Mengapa desainer lebih memilih SVG untuk emblem resmi?

SVG bersifat resolution-independent, artinya tetap tajam pada banner besar maupun layar ponsel yang kecil. SVG juga mendukung geometri yang presisi dan proporsi yang konsisten, sehingga ideal untuk emblem resmi yang digunakan di banyak touchpoint.

5) Bagaimana cara memastikan logo tetap akurat saat diekspor atau diedit?

Gunakan master artwork asli, hindari penarikan (stretching), pertahankan clear space di sekitar simbol dan wordmark, serta batasi perubahan warna hanya pada varian yang disetujui (full color, hitam, atau putih). Jika Anda membutuhkan aset siap produksi, mengunduh Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) SVG sering menjadi langkah paling aman, sementara Ekraf PNG praktis untuk penempatan cepat di dokumen.

Konten Dibuat oleh AI

Deskripsi ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung ketidakakuratan.

Lainnya dari Kementerian