Lambang
Lambang Provinsi Jawa Timur
Jawa Timur, Indonesia00

Lambang Provinsi Jawa Timur
Ukuran PNG
Informasi File
- Format
- SVG, PNG
- Terakhir diperbarui
- 2 Sep 2026
Lambang Heraldik Provinsi Jawa Timur terdiri atas perisai beralas segi lima yang memuat bintang kuning keemasan, Tugu Pahlawan, gunung berapi, gapura candi, persawahan dan lahan pertanian, sungai berkelok, padi dan kapas, roda dan rantai, serta pita yang memuat nama daerah dan semboyan.
- Perisai beralas segi lima dan bintang: Perisai melambangkan keamanan, kedamaian, dan kejujuran. Bintang kuning keemasan bersudut lima dengan lima sinar melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan falsafah Pancasila.
- Tugu Pahlawan: Monumen ini menggambarkan sifat kepahlawanan dan semangat rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kedaulatan dan wilayah tanah air.
- Gunung berapi dan gapura candi: Gunung berapi melambangkan tekad yang teguh dan dinamis untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Gapura candi melambangkan cita-cita dan kejayaan masa lalu Jawa Timur, disertai semangat perjuangan yang terus berlanjut.
- Persawahan dan sungai: Persawahan, lahan pertanian, dan sungai yang berkelok menggambarkan sumber kemakmuran, sedangkan kondisi geografis agraris mencerminkan sumber daya produktif provinsi.
- Padi dan kapas: Tujuh belas bulir padi dan delapan buah kapas melambangkan kebutuhan pangan dan sandang serta, bersama unsur lambang lainnya, merujuk pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
- Roda dan rantai: Unsur-unsur ini menggambarkan perkembangan industri, tekad yang kuat, dan ikatan persahabatan dengan para pendatang.
- Tulisan pada pita: Pita memuat “Jawa Timur” sebagai nama daerah dan “Jer Basuki Mawa Beya” sebagai semboyan yang menyatakan bahwa kebahagiaan atau keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras, dan usaha.
Penggunaan Lambang Heraldik Provinsi Jawa Timur ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 3 Tahun 1966 dan kemudian disempurnakan melalui Peraturan No. 7 Tahun 1973 serta No. 3 Tahun 1974. Perubahan pada 1974 menambahkan “Jer Basuki Mawa Beya” sebagai semboyan.