Z
Zonalogo
Beranda Lembaga Pemerintah Badan Pusat Statistik / BPS
Badan Pusat Statistik / BPS logo

Badan Pusat Statistik / BPS

Lembaga Pemerintah

5.0(311)
bps.go.id

Informasi Brand

Negara Indonesia
Dilihat 14
Diunduh 2
Aset 4
Diperbarui 5 Maret 2026

4+ Logo Badan Pusat Statistik / BPS PNG & SVG Vector Kualitas HD

download logo Badan Pusat Statistik / BPS dark svg
svgdark
logo
download logo Badan Pusat Statistik / BPS dark png
pngdark
logo
download logo Badan Pusat Statistik / BPS hitam png
pngblack
logo
download logo Badan Pusat Statistik / BPS putih png
pngwhite
logo

Selamat datang di Zona Logo. Di sini Anda bisa Download Logo Badan Pusat Statistik / BPS PNG, sekaligus mendapatkan versi SVG untuk kebutuhan desain. Tersedia juga Logo BPS PNG dengan Latar Belakang Transparan (Transparent Background) dalam resolusi tinggi (HD) yang bisa Anda unduh gratis.

Download Logo BPS PNG

Silakan pilih file di atas sesuai kebutuhan Anda, lalu klik tombol download untuk mendapatkan file yang diinginkan:

File Name Badan Pusat Statistik (BPS)
File Type PNG, SVG
File Size 18 KB - 220 KB

Jika Anda mengalami kendala saat mengunduh logo Badan Pusat Statistik / BPS atau link yang tersedia tidak dapat diakses, Anda dapat melaporkannya melalui halaman Hubungi Kami.

Tentang Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik (umumnya disingkat BPS dan dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Statistics Indonesia) adalah lembaga statistik nasional Indonesia serta lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab memproduksi dan mengoordinasikan statistik resmi. Mandat utamanya adalah menyelenggarakan dan menyediakan statistik dasar—dataset fondasional yang mendukung kebijakan publik, perencanaan nasional, riset, keputusan bisnis, serta pemahaman masyarakat. Secara kelembagaan, BPS bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia, yang menegaskan pentingnya data yang kredibel dan independen dalam penyelenggaraan negara.

Secara historis, institusi ini memiliki jejak hukum modern sejak masa ketika dikenal sebagai Biro Pusat Statistik. Sistem statistik dibentuk oleh regulasi awal, termasuk Undang-Undang No. 6 Tahun 1960 (Sensus) dan Undang-Undang No. 7 Tahun 1960 (Statistik). Modernisasi besar hadir melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang menggantikan undang-undang sebelumnya sekaligus memberikan kerangka yang lebih jelas bagi tata kelola statistik nasional. Setelah UU tersebut beserta regulasi turunannya, penamaan resmi berubah dari Biro Pusat Statistik menjadi Badan Pusat Statistik, mencerminkan peran kelembagaan yang lebih tertata dan fungsi koordinasi yang semakin luas di ekosistem data Indonesia.

Dari sisi tata kelola, fondasi regulasi lembaga ini terus berkembang. Pada 20 Januari 2025, diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 1 Tahun 2025 sebagai perubahan atas Perpres No. 86 Tahun 2007 tentang organisasi. Perubahan ini menyesuaikan sejumlah ketentuan, menandakan upaya berkelanjutan agar struktur lembaga tetap selaras dengan kebutuhan administrasi modern, tuntutan koordinasi data, dan meningkatnya kompleksitas perumusan kebijakan berbasis bukti.

Sebagai brand yang berhadapan langsung dengan publik, BPS identik dengan integritas, ketelitian metodologis, akuntabilitas publik, dan pelayanan kepada masyarakat. Identitas visualnya perlu menyampaikan kesan netral dan tepercaya, sekaligus mudah dikenali di berbagai konteks—mulai dari laporan resmi dan program sensus, hingga dashboard digital dan atribut petugas lapangan.

Makna dan Sejarah Logo BPS

Identitas lembaga pemerintah tidak cukup hanya terlihat modern—ia juga harus mengekspresikan otoritas, kesinambungan, dan legitimasi publik. Identitas visual BPS mengikuti tradisi ini dengan memadukan simbol yang khas dan wordmark yang jelas, sehingga efektif digunakan baik dalam konteks formal maupun operasional: publikasi resmi, signage, kampanye sosialisasi, serta materi komunikasi data.

Secara konseptual, emblem ini sering dimaknai sebagai representasi terstilasi dari informasi statistik: pola terstruktur, dapat dibandingkan, dan dapat diulang yang muncul dari proses pengukuran, klasifikasi, dan analisis. Dari sudut pandang sejarah desain, pendekatan ini menempatkan logo dalam garis modernisme—mengutamakan geometri sederhana dan bentuk yang mudah direproduksi—karena lembaga statistik nasional harus tetap terbaca pada ukuran kecil dan lintas metode pencetakan.

Simbolnya juga kerap dipahami sebagai metafora visual tentang transformasi data: observasi mentah dikumpulkan, distandardisasi, lalu diolah menjadi keluaran yang mudah dipahami seperti indeks, indikator, dan perbandingan deret waktu. Karena itulah, branding BPS cenderung menghindari ornamen dekoratif; identitasnya ditujukan untuk terasa objektif dan sistematis, selaras dengan disiplin kerja statistik itu sendiri.

Saat pengguna mencari aset resmi seperti logo Badan Pusat Statistik, mereka umumnya membutuhkan versi yang andal dan konsisten, sesuai penggunaan institusional. Untuk kebutuhan digital—presentasi, website, dan dokumentasi—file vector membantu mempertahankan ketajaman serta proporsi yang presisi, sementara file raster memudahkan penempatan cepat di berbagai aplikasi perkantoran.

Evolusi Logo

Seperti banyak institusi negara, BPS mengembangkan identitasnya melalui proses reformasi administrasi, kebutuhan komunikasi, serta meningkatnya tuntutan reproduksi digital. Penggunaan identitas pada masa “Biro Pusat Statistik” cenderung menekankan konvensi formal pemerintahan, ketika emblem dan segel lebih umum digunakan dan tipografi bersifat fungsional.

Seiring matangnya sistem statistik nasional Indonesia, bahasa brand bergerak menuju identitas bergaya signature yang lebih jelas dan dapat diterapkan konsisten di seluruh provinsi, operasional sensus, dan kampanye informasi publik. Pergeseran ini sejalan dengan tren global di kantor statistik nasional: identitas harus sama kuatnya di tabel cetak, banner berukuran besar, rompi petugas, hingga aplikasi dan portal web.

Alih-alih sering melakukan redesign radikal, pola yang lebih lazim pada lembaga semacam ini adalah penyempurnaan bertahap: memperbaiki keseimbangan geometris, menstandarkan jarak/spasi, memperjelas aturan tipografi, serta membangun panduan penggunaan yang lebih kuat. Tujuannya adalah kontinuitas—agar masyarakat tetap mengenali institusi—sekaligus performa yang lebih baik di media modern.

Pembaruan regulasi—seperti perubahan Perpres organisasi pada 2025—tidak otomatis menuntut identitas visual baru, namun sering mendorong peninjauan tata kelola brand: bagaimana emblem digunakan, bagaimana file didistribusikan, dan bagaimana konsistensi penerapan dijaga lintas unit serta institusi mitra.

Palet Warna Badan Pusat Statistik

Karena panduan brand resmi tidak selalu dipublikasikan lengkap dengan spesifikasi digital, referensi publik atas palet warna dapat sedikit bervariasi di berbagai konteks. Namun, identitas ini secara luas diasosiasikan dengan palet sejuk dan institusional yang memberi kesan andal serta profesional. Untuk kebutuhan desain praktis (web dan cetak), berikut nilai hex perkiraan yang umum digunakan agar mendekati tampilan emblem yang sering terlihat:

  • Deep Blue (primary): #005AA9
  • Teal / Cyan (secondary): #00A6B4
  • Green (accent): #6DBE45
  • White (background/negative space): #FFFFFF

Jika Anda menyiapkan materi resmi, perlakukan kode ini sebagai perkiraan kerja dan verifikasi melalui manual brand resmi atau file yang terotorisasi. Untuk hasil paling akurat dalam workflow profesional, gunakan format vector dan hindari mengubah warna logo. Saat Anda memerlukan overlay yang rapi di atas foto atau background berwarna, PNG dengan transparent background biasanya menjadi solusi tercepat.

Bagi desainer, pendidik, dan peneliti yang membutuhkan aset yang skalabel, file BPS SVG sangat ideal untuk layout responsif, diagram, serta ekspor resolusi tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1) Apakah saya boleh menggunakan logo Badan Pusat Statistik / BPS untuk keperluan komersial?

Untuk penggunaan komersial, sebaiknya Anda meminta atau mengonfirmasi izin kepada otoritas resmi yang berwenang. Identitas pemerintah dan emblem resmi dapat dilindungi serta memiliki aturan penggunaan, terutama jika konteksnya berpotensi menimbulkan kesan dukungan/endorsement.

2) Format file apa saja yang tersedia?

Format yang umum disediakan adalah PNG untuk penempatan cepat dan SVG untuk penggunaan vector yang skalabel serta dapat diedit.

3) Mengapa banyak orang memilih PNG dengan transparent background?

PNG transparan membuat logo terlihat rapi di atas warna background atau gambar apa pun tanpa kotak putih yang mengganggu. Ini sangat berguna untuk slide presentasi, header website, dan cover dokumen ketika background sering berubah.

4) Apa makna simbol dalam identitas visualnya?

Simbol tersebut umumnya dipahami sebagai representasi abstrak dari informasi terstruktur—rujukan emblematis pada pengukuran, klasifikasi, dan transformasi data menjadi pengetahuan publik. Geometrinya yang sederhana mendukung kejernihan, netralitas, dan kemudahan reproduksi di berbagai media.

5) Apakah ada pembaruan organisasi terbaru yang memengaruhi profil lembaga?

Ya. Salah satu pembaruan penting adalah Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2025, yang mengubah ketentuan dalam Perpres No. 86 Tahun 2007 terkait institusi. Meski perubahan seperti ini tidak selalu berarti ada redesign visual, dampaknya dapat memengaruhi bagaimana brand dikelola dan distandardisasi di seluruh komunikasi resmi.

Konten Dibuat oleh AI

Deskripsi ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung ketidakakuratan.

Lainnya dari Lembaga Pemerintah